KOTA PEKALONGAN – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 30 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan serangkaian program inovasi digital dan edukasi maritim di CV Bintang Mumbul Wibowo, Desa Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Program yang berlangsung sejak 6 Januari hingga 8 Februari 2026 ini menggabungkan pendekatan multidisiplin berbasis teknologi fotogrametri dengan program sosial kemasyarakatan yang berfokus pada peningkatan literasi maritim dan digital.
Beranggotakan 13 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu termasuk Teknik Perkapalan, Teknik Geodesi, Arsitektur, Informatika, dan Teknik Listrik Industri, tim KKN-T 30 di bawah bimbingan Dr. Eng. Ir. Samuel, S.T., M.T., IPP berupaya memberikan solusi komprehensif terhadap tantangan yang dihadapi galangan kapal tradisional dalam era digitalisasi.
Transformasi Digital melalui Fotogrametri

Koordinator tim, Rafalian Radhityatmoko mahasiswa Teknik Perkapalan, menjelaskan bahwa program utama berfokus pada digitalisasi kapal ikan tradisional menggunakan teknologi fotogrametri 3D. “Selama ini, pembuatan kapal di galangan tradisional mengandalkan pengalaman turun-temurun tanpa dokumentasi teknis yang terstandar. Melalui fotogrametri, kami menghasilkan model 3D kapal yang akurat untuk menjadi basis dokumentasi digital,” ujarnya.
Proses digitalisasi melibatkan pengambilan data foto udara menggunakan drone yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Geodesi. Az-Zahra Pachyra Mukhsin bertanggung jawab dalam perencanaan teknis akuisisi data, sementara Dilla Raffelia Putri melakukan pengambilan data foto udara di lokasi galangan. Najla Syahirah Aurellia Rehalat kemudian mengolah ribuan foto tersebut menjadi model 3D presisi menggunakan metode fotogrametri.
Dari model 3D yang dihasilkan, mahasiswa Teknik Perkapalan melakukan berbagai analisis teknis. Matthew Pasada Simanjuntak mengembangkan digitalisasi berbasis software untuk perencanaan stabilitas kapal, sedangkan Satrio Caroko menentukan ukuran utama kapal berdasarkan model 3D. Rafalian Radhityatmoko menyusun gambar teknis dasar sebagai dokumentasi acuan, sementara Deo Halomoan Sinaga melakukan evaluasi karakteristik teknis kapal secara menyeluruh.
Integrasi Arsitektur dan Informatika
Program ini juga melibatkan mahasiswa Arsitektur dalam mendokumentasikan proses produksi secara visual. Rifda Karina Putri menyusun panel informasi kapal berbasis fotogrametri sebagai media edukasi, Gadingsari Cahaya Bestari membuat pemetaan spasial galangan, dan Yemima Grace Saragih mengembangkan modul visual pembuatan kapal tradisional.
Dari sisi teknologi informasi, Muhammad Rayyis Budi Prasetyo mengembangkan sistem tracking proses produksi kapal yang terintegrasi dengan data fotogrametri. Sementara itu, Laurentius Lucky Andriawan Bagaskara membangun sistem katalog dan dokumentasi aset digital untuk pengelolaan data teknis kapal yang lebih terstruktur.
“Sistem katalog digital yang kami kembangkan memudahkan galangan untuk mengakses dokumentasi teknis kapan saja. Semua data tersimpan terpusat dan terorganisir dengan baik,” ujar Laurentius.
Andri Riyan Fradhika dari Teknik Listrik Industri melengkapi program dengan mengintegrasikan fotogrametri dan FEA (Finite Element Analysis) untuk analisis struktur kapal, memberikan dimensi tambahan dalam evaluasi kekuatan konstruksi kapal.
Edukasi Maritim untuk Generasi Muda

Selain program digitalisasi, tim KKN-T 30 juga menggelar berbagai kegiatan edukasi untuk anak-anak di sekitar galangan yang diikuti oleh lebih dari 30 anak usia sekolah dasar. Matthew Pasada Simanjuntak menyelenggarakan sosialisasi pengenalan dunia perkapalan untuk meningkatkan literasi maritim anak-anak. “Kami ingin menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia maritim sejak dini, mengingat mereka tinggal di wilayah pesisir yang kaya potensi kelautan,” jelasnya.
Satrio Caroko dan Rafalian Radhiytatmoko mengenalkan jenis-jenis kapal dan bagian-bagian dasar kapal melalui pendekatan edukatif yang interaktif. Deo Halomoan Sinaga memberikan edukasi khusus kepada pekerja galangan mengenai lines plan dan general arrangement kapal.
Mahasiswa Teknik Geodesi juga berkontribusi dalam edukasi lingkungan dan teknologi. Az-Zahra Pachyra Mukhsin memberikan pengenalan bencana banjir berdasarkan kondisi lingkungan wilayah, Dilla Raffelia Putri mensosialisasikan penggunaan peta digital (Google Maps), dan Najla Syahirah Aurellia mengenalkan klasifikasi jalan berbasis informasi spasial.
Kreativitas dan Keamanan Digital
Program edukasi arsitektur mengajak anak-anak mengeksplorasi pemahaman ruang melalui metode kreatif. Rifda Karina Putri memfasilitasi pembuatan maket sederhana sebagai media pengenalan ruang, Gadingsari Cahaya Bestari menggunakan metode dream mapping untuk eksplorasi imajinasi arsitektural, dan Yemima Grace Saragih mengembangkan pemahaman ruang anak melalui denah puzzle dan furnitur interaktif.
Laurentius Lucky Andriawan Bagaskara menyelenggarakan sosialisasi keamanan internet untuk anak-anak, mengingat meningkatnya paparan generasi muda terhadap dunia digital. Muhammad Rayyis Budi Prasetyo mengadakan program “Jurnal Ceria” untuk membantu anak-anak mengenal dan mengekspresikan perasaan mereka.
Andri Riyan Fradhika memperkenalkan komponen elektronika daya melalui pembuatan lampu berputar edukatif, menumbuhkan minat anak-anak terhadap bidang sains dan teknologi.
Dokumentasi Visual Profesional
Untuk meningkatkan daya saing galangan, tim KKN-T 30 juga memproduksi video company profile CV Bintang Mumbul Wibowo. Video berdurasi 8 menit ini menampilkan profil perusahaan, sejarah, proses produksi, hingga visi misi galangan dalam format yang profesional dan modern.
Selain itu, tim juga membuat video after movie yang mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan KKN sebagai arsip visual yang dapat dimanfaatkan untuk publikasi dan pembelajaran di masa mendatang.
Respons Positif Pemilik Galangan
Pemilik CV Bintang Mumbul Wibowo, Tungky Ari Wibowo, menyambut baik program yang dilaksanakan tim KKN-T 30. “Program ini sangat membantu kami dalam mendokumentasikan proses produksi kapal secara digital. Dokumentasi teknis yang lengkap akan memudahkan kami untuk reproduksi kapal dengan spesifikasi yang sama dan meningkatkan kepercayaan klien,” ujarnya.
Harapan dan Keberlanjutan
Program KKN-T Kelompok 30 UNDIP ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan galangan kapal tradisional lainnya di Indonesia, membuktikan bahwa kolaborasi multidisiplin antara kampus dan industri mampu menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan untuk kemajuan industri maritim nasional.
Tim KKN-T 30 UNDIP telah menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya relevan untuk industri besar, tetapi juga dapat diimplementasikan pada usaha kecil dan menengah seperti galangan kapal tradisional. Dengan dukungan teknologi yang tepat, industri maritim lokal dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di era Industri 4.0.